Bahasa menjadi identitas suatu daerah, maka tak heran jika setiap daerah mempunyai ciri khas masing-masing sehingga daerah lain bisa mengetahui asal seseorang melalui bahasa. Namun di era canggih seperti saat ini, tak sedikit generasi muda yang mulai melupakan bahasa asli daerahnya.
Keinginan untuk selalu eksis membuat generasi muda berlomba-lomba menggunggulkan diri sendiri dengan berbagai cara, seperti mengikuti trend fashion saat ini, lalu menggunakan bahasa Inggris diberbagai caption foto pada media sosial ataupun melakukan gimmick pada unggahan video agar disebut gaul atau kekinian.
Masuknya budaya asing melalui musik, seni budaya, lalu public figure yang terus-menerus mendukung para generasi muda untuk berbuat sama seperti apa yang sudah ditonton. hal inilah yang akhirnya membuat bahasa menjadi hilang perlahan. Namun tidak sedikit juga yang memilih melestarikan bahasa daerah, seperti pada video di bawah ini :
Dari video diatas, kita sebagai bagian dari Bangsa Indonesia berada pada dua pilihan, bangga atau malu?.
Bangga karena bahasa daerah khususnya bahasa Jawa dengan logat Suroboyan ini dilestarikan oleh Warga Negara Asing, atau bisa jadi malu karena seharusnya generasi muda Indonesia lebih paham tentang budaya bangsa sendiri.
Jadi, sudah saatnya kita menumbuhkan rasa bangga dan memiliki atas budaya kita sendiri, lalu tidak lupa untuk melestarikannya, agar jati diri bangsa dan ciri khas daerah kita tidak terlupakan begitu saja. Bule saja bangga dengan bahasa dan budaya kita kenapa kita sebagai pemiliknya tidak?
Bangga karena bahasa daerah khususnya bahasa Jawa dengan logat Suroboyan ini dilestarikan oleh Warga Negara Asing, atau bisa jadi malu karena seharusnya generasi muda Indonesia lebih paham tentang budaya bangsa sendiri.
Jadi, sudah saatnya kita menumbuhkan rasa bangga dan memiliki atas budaya kita sendiri, lalu tidak lupa untuk melestarikannya, agar jati diri bangsa dan ciri khas daerah kita tidak terlupakan begitu saja. Bule saja bangga dengan bahasa dan budaya kita kenapa kita sebagai pemiliknya tidak?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar